PNS Dikejar-kejar Seperti Komunis Zaman Dulu


Jakarta – Belakangan ini terungkap banyak PNS yang berbisnis di luar pekerjaannya dan mempunyai uang banyak yang dicurigai dan jadi sasaran aparat. PNS dikejar-kejar seperti komunis zaman PKI.

Pengamat Ekonomi Dradjad Wibowo mengatakan, banyak alasan yang bisa menjadi dasar kenapa PNS tidak boleh berbisnis.

“Memang seharusnya PNS tidak berbisnis. Tapi kalau aparat sekarang mengejar-ngejar mereka seperti mengejar komunis pada zaman dulu, itu juga kelewatan,” kata Dradjad kepada detikFinance, Rabu (7/3/2012).

Dikatakan Dradjad, alasan PNS jangan berbisnis adalah karena bisnis memerlukan perhatian penuh. Sementara PNS digaji negara sebagai abdi negara, menjalankan fungsi pelayanan, fungsi regulator, fungsi pemeriksaan dan pengawasan, serta berbagai fungsi lainnya.

“Kalau dia (PNS) berbisnis, fungsi-fungsi tersebut tidak berjalan maksimal. Jadi kalau PNS ya PNS, kalau bisnis ya bisnis,” tegas Dradjad.

“Tapi aparat hukum juga berlebihan, kalau sekarang tiba-tiba mengejar-ngejar mereka seperti mengejar kriminal,” ucap Dradjad.

Seperti diketahui setidaknya ada dua mantan pegawai Ditjen Pajak yang kini terlilit kasus hukum terkait rekening gendut PNS antara lain Dhana Widyatmika dan Ajib Hamdani. Dhana diduga memiliki rekening Rp 60 miliar lebih, sementara Ajib diduga memiliki rekening Rp 17 miliar, kedua-keduanya mengaku punya jaringan bisnis yang beragam.
(dnl/dru)

About irfanstmik

KEJUJURAN ADALAH MODAL UTAMA UNTUK MEMPEROLEH KEPERCAYAAN

Posted on March 7, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: