Masuk DPO Polisi, Anak Buah John Kei Protes

Masuk DPO Polisi, Anak Buah John Kei Protes

E Mei Amelia R – detikNews

Jumat, 24/02/2012 15:05 WIB

Browser anda tidak mendukung iFrame
Jakarta Poken Fakaubun, anak buah John Kei tidak terima masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi menyusul kasus pembunuan bos PT Sanex Indonesia, Tan Hari Tantono alias Ayung. Ia protes karena tidak ada di lokasi kejadian pembunuhan Ayung.

“Saya mau klarifikasi pemberitaan. Saya tidak terima nama saya masuk dalam DPO,” kata Poken di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/2/2012).

Poken mengaku ada di rumahnya di kawasan Bekasi saat terjadi peristiwa pembunuhan Ayung di Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa 27 Januari 2012.

“Saya juga nggak tahu, tiba-tiba nama saya ada dicantumkan dan dikatakan saya ada di TKP,” ujar dia.

Pria yang berprofesi sebagai sopir dari adik John Kei, Tito Kei, tersebut menegaskan gambar wajah salah satu anak buah John Kei yang terekam CCTV di hotel tersebut, bukan dirinya.

Bahkan, lanjut Poken, ciri-ciri fisik maupun agama yang disebutkan dalam DPO tersebut tidak sesuai dengan ciri identitasnya.

“Ciri-ciri fisik dan agama saya jelas berbeda dengan yang disebutkan dalam DPO,” kata Poken.

Pria bernama lengkap M Yusuf Fakaubun itu meminta agar polisi segera mencabut namanya dalam DPO. “Segera bersihkan nama saya,” kata Poken.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum John Kei, Torik Chandra, mempertanyakan sumber informasi polisi terkait DPO atas nama Poken itu.

“Gambar yang ditunjukkan di CCTV itu bukan Poken. Polisi salah nama, darimana itu informasinya,” kata Tofik.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Toni Harmanto mengatakan penyidik mempunyai fakta-fakta sebelum akhirnya menetapkan DPO.

“Kalau kita punya fakta, untuk itu kan boleh-boleh juga. Penyidik juga menyampaikan itu dengan fakta tentunya. Ini kan juga yang dalam rekaman yang kita lihat di sana. Kita juga masih akan memperdalam itu,” papar Toni.

Toni mengatakan, rekaman CCTV hotel tersebut merupakan bukti ilmiah yang telah diteliti oleh ahli digital forensik.

“Ya tadi, dari rekaman-rekaman tadi kan penjelasan dari ahli digital forensik. Itu kan yang semua masih praduga yang kita gunakan, termasuk yang 10 itu yang sudah terekam sebelumnya,” kata Toni.

(mei/aan)

Baca Juga

About irfanstmik

KEJUJURAN ADALAH MODAL UTAMA UNTUK MEMPEROLEH KEPERCAYAAN

Posted on February 24, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: