Pembelian Bank Mutiara DPR Minta Misteri Yawadwipa Diungkap

Pembelian Bank Mutiara
DPR Minta Misteri Yawadwipa Diungkap
Herdaru Purnomo – detikFinance


Harry Azhar Azis (dok detikcom)

Jakarta – Perusahaan investasi, Yawadwipa tiba-tiba saja mengumumkan niatnya membeli saham PT Bank Mutiara Tbk (dahulu bernama Bank Century). Tak tanggung-tanggung perusahaan tersebut berniat membeli bank yang dahulu dimiliki Robert Tantular senilai Rp 6,75 triliun.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI pun mewanti-wanti pemerintah yakni Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia (BI) agar menelusuri sepak terjang perusahaan tersebut. Komisi XI berharap Bank Mutiara tidak jatuh ditangan yang salah.

“Pembeli harus ditelaah track record-nya, kalau lembaga baru harus diketahui siapa penyandang dananya,” tutur Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis ketika berbincang dengandetikFinance di Jakarta, Selasa (7/2/2012).

“Karena kalau tidak jelas tentu bisa berbahaya, paling tidak track record internationalnya bagaimana,” imbuh Politisi Partai Golkar ini.

Dikatakan Harry, selain track record perlu dilihat pula harga jual, yakni harus diatas Rp 6,7 triliun sesuai dengan dana bailout yang dikucurkan oleh pemerintah ke bank Mutiara itu.

Menurutnya, perlu ada list calon pembeli, juga prinsip lelangnya harus dibuat terbuka.

“Misalnya tawaran dari pembeli dilakukan secara tertutup tetapi setelah itu harus dapat dibuka, sehingga pilihan yang dlakukan adalah yang terbaik. Baik dari track record pembeli maupun dari segi harga,” ungkapnya.

Dana bailout sebesar Rp 6,7 triliun harus dihitung termasuk yieldnya selama 3 tahun. “Kalau tidak maka artinya bailout itu tidak atau tanpa colateral aset yang sepadan nilainya, yang artinya ada nilai yang bisa dianggap sebagai kerugian uang negara,” tuturnya.

Yawadwipa mengklaim telah melaporkan kepada pemerintah untuk membeli Bank Mutiara dengan nilai sekitar US$ 750 juta atau sekitar Rp 6,75 triliun.

“Yawadwipa percaya banyak lini bisnis Bank Mutiara yang menarik, dan sudah membuktikan bisa menjadi inovator dalam memperbaiki kepercayaan konsumen dalam tiga tahun terakhir,” kata manajemen Yawadwipa dari siaran persnya, Senin (6/2/2012).

Bank Mutiara, yang dahulu bermasalah itu sudah diambil alih pemerintah di tahun 2008 ketika mengalami masalah likuiditas. Pengambialihan Bank Mutiara sempat menimbulkan kontroversi dan berbuntut pada pengunduran diri Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri keuangan. .

Pemerintah selaku pemilik Bank Mutiara sudah lama berniat melepas bank tersebut. Namun karena nilai yang dipatok cukup tinggi hingga Rp 6,7 triliun atau setara dengan dana penyelamatan bank tersebut, maka hingga kini calon pembeli belum juga didapatkan.

“Bank Mutiara sudah memberikan hasil yang kuat dalam menghadapi masalah internal dan eksternal,” ujar manajemen Yawadwipa.

Perusahaan yang baru saja berdiri awal tahun 2012 tersebut masih menyusun tim dan dana untuk akuisisi tersebut. Namun sayangnya, tidak disebutkan sumber pendanaan untuk aksi korporasi tersebut.

(dru/qom)

GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share

Komentar terkini (13 Komentar) ·  Follower Komentar 0

Adinda Dewi  5 minutes agoSaya senang waktu saya menjual mobil penyok bekas tabrakan, diketok magic sedikit lalu terjual dgn harga yg bagus, tapi aneh dgn anggota DPR, Bank Mutiara ditawar orang sepertinya tidak senang, dan terkesan jutek, kita sdh seharusnya lihat kredibilitas sipembeli tapi bukan berarti dimata
bataraja  13 minutes agoPara parasit di Senayan itu kan mengejar-ngejar kasus century bukan demi kembalinya uang negara tapi demi kepentingan pemilu 2014, lha logikanya kalau para parasit senayan itu korupsi maka parasit lainnya diam seribu bahasa, padahal yg dikorupsi oleh para parasit senayan itu kan juga uang rakyat…???
Hardjo Sumitro  about an hour agoIni komentar apa lagi? Kalau harga jualnya hanya Rp 6,7 T, negara masih rugi? Ya nanti kalau lakunya hanya dengan harga itu, Badut-badut Senayan itu bikin Pansus lagi saja. Kan ada honornya?!

http://detik.com/social_media_reactions.php?title=DPR+Minta+Misteri+Yawadwipa+Diungkap&r=finance

http://adsbox.detik.com/adtextpremium/index.php?slot1=detikfinance1&slot2=detikfinance2

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

About irfanstmik

KEJUJURAN ADALAH MODAL UTAMA UNTUK MEMPEROLEH KEPERCAYAAN

Posted on February 7, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: