Patuhi Informasi Larangan Terbang, Pilot Lion Air Tidak Digaji

Browser anda tidak mendukung iFrame

Jakarta – Nasib pilot Lion Air, Muhammad Nasrun Natsir, benar-benar apes. Dia tidak digaji manajemen Lion Air gara-gara menolak terbang karena mematuhi informasi larangan terbang Notice to Airman (NOTAM). Dia pun mencari keadilan. Tapi, Mahkamah Agung (MA) tidak berpihak padanya.

Kasus ini sebenarnya terjadi pada Juli 2007 silam. Saat itu dia menolak menerbangkan pesawat Lion Air MD 82 dari Bandara Hasanuddin Makassar menuju Bandara Pattimura, Ambon. Dia beralasan ada NOTAM yang menyebutkan bandara Pattimura tersebut tidak memenuhi syarat keselamatan dan keamanan pendaratan pesawat jenis MD 82.

Karena menolak terbang, Nasrun tidak digaji oleh Lion Air. Tidak terima, Nasrun pun melayangkan gugatan perdata kepada Lion Air ke PN Jakarta Pusat.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) yang diketuai Sugeng Riyono telah memutuskan menolak gugatan Nasrun pada 12 Agustus 2009. Sugeng mengacu pada pendapat ahli dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)yang menyatakan NOTAM hanyalah bersifat informasi, bukan larangan.

Karena bukan dianggap sebagai larangan, menurut majelis hakim, Nasrun seharusnya melaksanakan perintah perusahaan untuk terbang. Ditambah fakta bahwa pilot yang menggantikan penggugat berhasil menerbangkan pesawat ke tempat tujuan dalam keadaan selamat.

Tidak puas dengan putusan PN Jakarta Pusat, Nasrun kemudian banding. Di tingkat banding, Nasrun lagi-lagi kalah. Akhirnya, dia pun mengambil langkah terakhir: kasasi ke MA.

Setelah menunggu lama, lagi-lagi dia tidak mendapat kabar baik. Dia lagi-lagi kalah. Perkara bernomor 871 K/PDT/2011 telah diputus MA pada 23 Agustus 2011 lalu. Namun, MA baru melansir keputusan ini pada Selasa (7/2/2012).

“Menolak permohonan kasasi Nasrun,” kata ketua majelis kasasi, Takdir Rahmadi seperti dilansir website MA. Selain Takdir, ada dua hakim agung lainnya yang menangani perkara ini, yaitu Rehngena Purba dan Zaharuddin Utama.

Atas menangnya Lion Air, kuasa hukum Lion Air Nusirwin menolak berkomentar. “Saat itu saya belum menjadi pengacaranya Lion,” kata Nusirwin. Usai tidak digaji, nasrun memilih pindah ke Orient Thai.

About irfanstmik

KEJUJURAN ADALAH MODAL UTAMA UNTUK MEMPEROLEH KEPERCAYAAN

Posted on February 7, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: