Pasukan Joko Jumput, Pahlawan Kebersihan Kota Surabaya

Pasukan Joko Jumput, Pahlawan Kebersihan Kota Surabaya

Lia Harahap – detikNews

Jumat, 27/01/2012 14:50 WIB

Browser anda tidak mendukung iFrame

Surabaya – Usaha warga Kampung Margorukun, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, untuk menjadikan daerah mereka menjadi bersih dan hijau kini terwujud sudah. Meskipun pemukiman kampung ini berada di pinggir rel kereta api Stasiun Turi, namun kesan kumuh dan menyeramkan kini tidak terlihat lagi.

Saat detikcom bersama rombongan Wapres Boediono berkunjung ke kampung tersebut pada Kamis (27/1/2012) kemarin, semilir angin yang berhembus membuat seperti berada di sebuah desa terpencil. Sejauh mata memandang sejak gerbang masuk utama, terdapat tanaman dan pepohonan yang sangat menyejukkan mata.

Tak ada rumah kardus di pinggir rel. Tidak ada jemuran pakaian dan tumpukan bekas bakaran sampah. Semua tertata rapi pada tempatnya. Terdapat taman bermain anak yang dipagar di sekitar rel. Ada pula taman bersantai. Bahkan tembok di pinggir rel dilukis dengan berbagai gambar warna-warni yang sangat menarik mata.

Dalam sambutannya di depan rombongan Wapres Boediono, Walikota Surabaya Tri Rismaharini memamerkan kondisi kebersihan lingkungan Surabaya.

“Secara umum kondisi lingkungan Surabaya, kita bersihkan dari sampah liar kemudian jalur pedestrian juga kita bersihkan saluran air yang penuh sampah kita keruk,” bebernya saat memberikan sambutan di Kampung Margorukun, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Sebagai wanita, Tri sangat menyenangi lingkungan yang hijau dan dipenuhi bunga yang tumbuh segar. Kecintaannya pada tanaman ini pulalah, yang coba ia terapkan dalam menata Kota Pahlawan itu.

“Taman kita kelola dan kita lakukan penyiraman setiap hari. Dan Insya Allah dari 100 ribu jumlah perkampungan yang ada di Surabaya, semua lingkungannya sudah terkelola dengan baik,” jelasnya.

Untuk selalu menciptakan kawasan yang bebas sampah, ia pun membentuk sebuah pasukan kecil penjemput sampah yang diberi nama Joko Jumput. Setiap satu orang petugas Joko Jumput, bertanggung jawab mengakut sampah yang berceceran di sepuluh rumah warga.

“Jadi pasukan ini berputar-putar dengan sepeda yang dan bertugas mengambil sampah yang bercecer di sekitar rumah warga,” jelasnya.

Niat Kota Surabaya untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar bersih tampaknya cukup serius. Buktinya, tak hanya membebaskan setiap lingkungan dari sampah tapi juga berusaha membersihkan lingkungan warga dari puntung rokok. Seperti yang dilakukan di Kampung Margorukun.

“Di kampung itu, puntung rokok pun tidak boleh ada. Harus jadi kampung anti rokok dan anti narkoba. Jadi kalau ada warga di kampung ini yang merokok harus keluar gerbang, dan menaruh di tempat khusus puntung rokok. Dan ini sudah menjadi kesepakatan antar warga,” tambah wanita yang dulunya menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Surabaya ini.

Warga perkampungan di Surabaya pun kini cukup concern dan berlomba-lomba untuk menciptakan kampung yang bersih. Mereka pada umumnya, cukup mendukung pengelolaan sampah baik organik maupun anorganik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

“Akibatnya penurunan sampah cukup tajam,” ungkap wanita berjilbab ini.

Agar konsep lingkungan bersih dan hijau ini benar-benar dapat dijalankan, Pemkot pun membuat aturan main yang tegas. Bagi warga yang kedapatan membuang sampah maka akan ditangkap dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya akan ditahan.

“Dan setiap hari Rabu kita sidangkan. Dan mereka yang tidak mengikuti sidang maka KTP nya nggak akan kita keluarkan. Dan karena pendataan penduduk kita sudah menggunakan sistem online jadi mereka yang KTP-nya ditahan itu tidak akan bisa membuat KTP baru lagi. Makanya mau tidak mau harus ikut sidang,” jelas alumnus Arsiktektur ini.

Berkaca dari kondisi ini, harusnya kawasan pinggir rel di Jakarta juga bisa belajar dari Kampung Margorukun. Sebab, sampai saat ini pemukiman liar masih menjadi pemandangan yang tidak terpisahkan dari jalur rel Jabodetabek.

Apalagi dari jumlah populasi, antara Jakarta dan Surabaya sebenarnya tidak jauh berbeda. Dan dari segi luas wilayah Jakarta masih lebih kecil ketimbang Surabaya. Oleh karena itu harusnya antar warga dan pemerintah bersinergi untuk membangun dan menciptakan lingkungan pemukiman yang sehat, bersih dan hijau.

About irfanstmik

KEJUJURAN ADALAH MODAL UTAMA UNTUK MEMPEROLEH KEPERCAYAAN

Posted on January 27, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: